Susahdan Senang Mengajar Seni Musik bagi Anak Tuna Netra dan Tuna Grahita di Panti Asuhan Pelitah Kasih; Dari Hindu Menuju Islam Jawa di Tugu Yogya; Salah Asuhan (1) Nilai-nilai dan Pilihan; Agama-agama Menuntun dengan Tekun dan Santun; Memahami Nilai-Nilai Agama Hindu yang Dapat Dipelajari Ketika Mengunjungi Panti Asuhan
SelamatHari Raya Idul Adha bagi seluruh umat muslim di dunia." *KELUARGA BESAR PANTI ASUHAN KELUARGA YATIM MUHAMMADIYAH (PAKYM) KOTA SURAKARTA Mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1443 H / 2022 M* ----- Instagram : pakym_surakarta Facebook : Pakym surakarta Website : : pakym.surakarta@gmail.com Telp. : (0271
Dipanti akan ada pusat bisnis untuk menjadikan panti asuhan sebagai panti mandiri. Panti Asuhan Tertua Milik Muhammadiyah Miliki Gedung Baru | Republika Online REPUBLIKA.ID
Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. Oleh Herri Permana Dalam sejarah Islam pada dasarnya tidak pernah dikenal Panti Asuhan. Dalam filosofi Islam apabila seorang anak menjadi yatim karena ditinggal ayahnya maka kewajiban memeliharanya juga harta peninggalannya jatuh pada kakeknya, saudara ayahnya dan kakaknya .Karena itu dalam sejarah peradaban Islam tidak pernah dikenal adanya institusi seperti panti asuhan. Yang sedikit mirip mungkin institusi yang menampung dan merawat budak laki-laki yang umumnya dari kaukasia yang diperjualbelikan sebagai di kota Kaffa Krimea. Para budak anak laki-laki ini dilatih sejak kecil untuk menjadi tentara . Di mulai di era Absyiyah dimana anak laki-laki budak kaukasia ini ditampung lalu dididik dan dilatih menjadi pasukan berkuda elite Mameluk. Bahkan di Mesir pasukan Mameluk ini sempat menumbangkan sultan dan membangun sebuah dinasti. Di masa Ottoman pasukan budak dari kaukasia ini juga dilakukan dimana mereka ditampung dari kecil untuk dilatih jadi pasukan infantri elite ottoman Janissary yang dilengkapi dengan senapan api. Budak-budak perempuan kecil juga ditampung untuk kemudian dilatih untuk menjadi dayang atau pelayan istana ataupun harem atau selir sultan. Panti Asuhan awalnya bagian dari biara-biara katholik dimana anak-anak yang ditampung di dalamnya kemudian rata-rata dilatih dan dididik untuk menjadi pastor atau biarawati. Kalangan protestan juga kemudian mengikuti tradisi ini. Panti Asuhan tertua di Turki yaitu Panti Asuhan Prinkipo yang berdiri tahun 1903 dan sempat menampung sampai anak dioperasikan oleh Patriakat Ekumenis Konstantinopel yang beraliran kristen yunani ortodox. Di Indonesia panti-panti asuhan awal didirikan di jaman kolonial Belanda oleh misi Katholik dan Protestan , sebagian lagi didirikan oleh militer untuk merawat anak-anak tentara yang tebrunuh dalam perang. Kalangan Islam di Indonesia yang memprakarsai pembangunan Panti Asuhan Islam adalah Persyarikatan Muhammadiyah. Dengan semangat ideologi al ma’un para pengurus dan anggota Muhammadiyah diperintahkan oleh Ahmad Dahlan untuk menampung anak-anak yatim di rumah mereka Bahkan ada ungkapan di masa itu untuk jangan mengaku sebagai anggota persyarikatan Muhammadiyah kalau tidak ada anak yatim yang ditampung di rumahnya dan diperlakukan dengan baik. Muhammadiyah mengambil corak Islam modernis dimana mereka menggabungkan pola keislaman dengan pola modern yang berkembang. Misal saja memperkenalkan sistim sekolah campur dimana murid laki-laki dan perempuan diberi hak yang sama untuk memperoleh pendidikaan dimana mereka belajar di kelas dengan bangku dan guru yang mengajar di depan dengan papan tulis. Sesuatu yang baru di jamannya dimana sistim pendidikan islam di masa itu rata-rata menggunakan metode sorogan atau weton. Demikian juga halnya dengan Panti Asuhan. Upaya untuk menampung anak-anak yatim di rumah masing-masing pengurus dan anggota Muhammadiyah rupanya tidak berjalan dengan baik. Karena itulah muncul pemikiran untuk membuat panti asuhan seperti yang dilakukan kaum kristen/katholik dimana diharapkan akan tercapai pola pengasuhan dan pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak yatim dan terlantar. Dimulai pada tahun 1915 Muhammadiyah mendirikan majlis PKO Penolong Kesengsaraan Oemoem yang tugas pokoknya adalah pengelolaan lembaga-lembaga sosial Muhammadiyah termasuk penampungan dan penyantunan terhadap anak yatim dan terlantar. Setelah berdirinya PKO, kemudian Muhammadiyah merealisasikan ide dengan mendirikan rumah yatim di Yogyakarta dibawah Aisyiyah enam tahun kemudian. Pada tahun 1921, Panti Asuhan Yatim Aisyiyah Yogyakarta menjadi panti asuhan tertua di Indonesia yang didirikan oleh pimpinan pusat Muhammadiyah dahulu Hoofbestuur yaitu KH. Ahmad Dahlan. Panti Asuhan Aisyiyah ini mengasuh dan menyantuni anak-anak yatim piatu putra dan putri. Barulah di tahun 1928, ketika Muhammadiyah dibawah kepemimpinan Ibrahim, panti asuhan dilingkungan Muhammadiyah dibagi menjadi dua bagian yaitu ada yang khusus mengasuh anak-anak yatim putra dan khusus mengasuh anak-anak yatim putri. Dimana pengasuhan anak-anak yatim putra di bawah Muhammadiyah sementara anak-anak yatim putri di bawah Aisyiyah. Kemudian pada tahun 1931, berdiri pula dua panti asuhan Islam yaitu Roemah Piatoe Muslimin yang didirikan oleh Siti Zahara Gunawan yang sekarang berada di di Kramat Raya No. 11, dekat proyek Senen dan panti asuhan Daaroel Aitam yang diprakarsai oleh sejumlah habaib dan kyai di Batavia yang sekarang berlokasi di Jl KH Mas Mansyur, dekat proyek Tanah Abang. Penulis adalah Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak LKSA Samiyah amal Insani , Panti Asuhan di Bandung Back to Article
Assalamualaikum… Hello all! How’s your day? How are you? I just make a little back to share a short story about Solo Berkikah to you all!. Hehehe.. Okay, here we go.. *jeeeng jeeeng jeeeeng* So, what is Solo Berkikah? ._.? Solo Berkikah Solo Bersama Kita Sedekah adalah wadah sedekah online yang ditujukan buat siapaaa aja yang mau sedekah! Tim Solo Berkikah bakalan bantu buat sumbangin sedekah kalian. Kadang kan ada tuh, yang bingung, pengen sedekah tapi kemana ya? Pengen nyumbang ke Panti Asuhan tapi aku baru bisa sedekah segini. Naah.. sedekah kalian nanti bakal di akumulasi dengan sedekah – sedekah teman yang lain, dan Insya Allah tiap 3 bulan sekali kita sumbangin bersama ke Panti Asuhan atau Masjid atau yang membutuhkan. Kalian bisa mention ke SoloBerkikah kalo ada info orang yang sakit atau membutuhkan supaya kita bisa bantu. Atau langsung sedekahin uang kalian ke rekening ini BNI Syariah 0208781975 dan kalian bisa ikut proses nyumbangnya juga loooh. Insya Allah kalo uang sedekah udah ngumpul bisa langsung disumbangin. Biasakan sedekah sedikit demi sedikit, lama-lama pahala membukit, Aamiin. Alhamdulillah, sebagian sedekah kalian lewat Solo Berkikah udah kita sumbangin buat kesembuhan saudara kita bernama Sarah 11 tahun yang sedang sakit Lupus. Lewat mas Amirul dan Griya Kupu Insya Allah sumbangan sedekah kalian bermanfaat buat Sarah. Semoga cepat sembuh, Aamiin. Sebagian lainnya juga udah di sumbangin ke Masjid dan Kotak Amal. Insya Allah apa yang udah kita sedekahin bisa jadi pemberat timbangan kebaikan kita kelak di akhirat. Aamiin Ya Robbal Alamin. Ini ada sedikit cerita tentang kunjungan Solo Berkikah ke salah satu panti Asuhan di Solo. Tepatnya di Panti Asuhan Aisyiyah. Sore itu, tepat adzan Ashar berkumandang tim Solo Berkikah sampai di Panti Asuhan Aisyiyah, Manahan, Solo. Terlihat ada beberapa anak berlari menuju ke Masjid. Mereka tinggal bersama di sebuah panti asuhan yang pastinya mereka tidak ingin. Mereka masih terlalu kecil untuk hidup sendiri dan mandiri. Mereka sangat hebat. Mereka memiliki hati yang kuat untuk tetap bisa melihat teman-teman sebayanya mengandeng tangan ayahnya ketika menyebrang jalan atau memeluk erat ibunya ketika sakit. Mereka yang kecil, hanya bisa melihat, rengekan teman sebayanya yang minta jajan ini itu, atau teman – teman sebayanya yang selalu diberi kesempatan untuk bisa bermanja – manja kepada ayah ibundanya. Mungkin mereka semua disini belum pernah merasakan hal seindah dan semanis itu. Subhanallah.. Setelah mengucapkan salam, datang seorang gadis berjilbab menyambut kami, dia tersenyum manis, ragu dan sedikit tertunduk malu. Kemudia dia mempersilakan kita masuk. Kita duduk bersama di sebuah ruangan besar dan gadis manis itu mulai membuka percakapan, “Disini tempat anak-anak biasanya berkumpul, mbak” katanya. Teman-teman terdiam, aku yakin merekabanyak menyimpan pertanyaan, hanya saja yang ada di benak tidak mampu terucap. Suasana yang sangat berbeda, ya berbeda. Aku mulai berbincang dan sedikit bertanya-tanya kepada gadis itu. Dia adalah salah satu anak asuh di Panti. Panti ini sudah berdiri cukup lama, hanya saja dia tidak tau kapan awal berdirinya. Anak asuh termuda di Panti ini kelas 3 SD. Alhamdulillah, semua anak Panti Asuhan Aisyiyah ini bersekolah. Dari SD, SMP, SMA hingga kuliah. Sebagian dari mereka mendapatkan beasiswa dan keringanan untuk biaya sekolah. Allah maha Adil dan Pemurah. Tahun kemarin Panti Asuhan ini menerima Duafa menjadi anak asuh. Tapi, mulai tahun ini hanya anak yatim / yatim piatu saja yang bisa menjadi anak asuh. Yaa.. saya tidak berani bertanya semakin jauh. Air mata hampir tak terbendung. Tak henti-hentinya gadis itu mengucap terima kasih kepada kami. Haru, sedih, sendu dan bahagia bercampur jadi satu. Tak lama kemudian kita pamit. Sungguh luar biasa, aku malu terhadap diri sendiri yang terkadang masih iri dengan apa yang dimiliki orang lain, masih sering marah, melukai dan mengecewakan hati orang tua. Sedangkan orang tua kita selalu dengan ikhlasnya memaafkan dan memaklumi kesalahan kita. Kita yang selalu menagisi hal-hal kecil yang tidak berguna, meributkan hal-hal yang kurang penting, berangan-angan untuk sesuatu yang kurang bermanfaat, bahkan terkadang kita menganggap kita adalah orang yang paling menderita di dunia padahal kita sehat, memiliki organ tubuh lengkap, dan masih diberi kesempatan untuk bernafas dan bergerak bebas. Astaghfirullah.. Pernahkah berpikir, di sisi lain ada orang yang ingin menjadi kita? Bukan menginginkan apa yang kita miliki, mobil, kekayaan, kedudukan, harta, perhiasan, Bukan! Mereka hanya ingin melihat dan merasakan senyum hangat dari seorang ayah dan ibu, suara mereka, gandengan tangan, rengkuhan, candaan dan nasehat-nasehat kecil untuk mereka. Mungkin mereka selau berdoa dalam sholatnya agar suatu saat dipertemukan dengan orang tuanya. Entah di dunia ataupun di akhirat. Sedangkan kita yang masih diberi kesempatan bertemu setiap hari deangan orang tua kita coba ingat – ingat, kapan terakhir kita mengucap terima kasih kepada mereka? Kapan terakhir kita cium tangan mereka? Kapan terakhir kita memijit pundak mereka? Dan kapan terakhir kita mencium pipi ayah ibu yang seumur hidupya berjuang demi kita? Astaghfirullah.. Semoga Allah SWT mengampuni dosa kita semua, Aamiin. Kita sangat beruntung! Kita masih diberi kesempatan utuk berbakti kepada orang tua. Jangan pernah sia-siakan, waktu tiada yang tau. Awali dengan niat baik. Mari belajar bersyukur untuk segala yang telah Allah SWT berikan kepada kita, segala macam cobaan, ujian, syukuri! Yakinlah kita pasti bisa melewati. Dengan yakin kekuatan akan muncul. Allah SWT tidak suka dengan orang yang gampang menyerah. Bismillah semoga kita bisa menjadi orang yang baik dan lebih baik setiap harinya. Berusahalah menghadirkan Allah dalam hati kita, selalu. Agar kita selalu malu untuk sombong, mengeluh dan berbuat keburukan di dunia. Tulisan ini sungguh tidak bertujuan untuk riya. Semoga pembaca mendapatkan manfaat dari apa yang sudah saya tulis. Kami dari tim Solo Berkikah sungguh sangat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman yang sudah bersedekah. Insya Allah kita jaga kerahasiaannya dan kalian mendapatkan pahala berkali-kali lipat banyaknya sesuai dengan kebaikan yang telah kalian lakukan. Suatu kebaikan itu pasti akan berbalik kepada pelakunya, sekecil apapun kebaikan itu. Artinya Allah pasti akan membalas kebaikan sekecil apapun yang kita lakukan, entah itu dibalas langsung di dunia, atau mungkin nanti di akhirat. Sesuai dengan firman Allah SWT berikut ini “Dan barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah niscaya ia akan menerima pahalanya, dan barangsiapa yang melakukan keburukan sebesar biji zarah niscaya ia akan menerima balasannya.” Qs. Az-Zalzalah 7-8 Yang benar datangnya dari Allah SWT, yang salah datangnya dari saya, mohon maaf dan Terimakasih. Wassalamualaikum
SIGLI - Puluhan yatim dan anak dari keluarga miskin yang selama ini ditampung di Panti Asuhan Bambi, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Kamis 30/6/2021 pekan lalu dipulangkan. Pemulangan itu dilakukan pihak pengelola seiring dengan ditutupnya panti asuhan tersebut akibat tidak ada lagi dana operasional. Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Bambi, Ustaz Munzir, kepada Serambi, Minggu 4/7/2021 menyebutkan, yatim dan anak dari keluarga miskin yang dipulangkan ke rumah masing-masing sebanyak 75 orang. Sementara 13 orang lainnya diserahkan ke salah satu panti asuhan di Banda Aceh. "Anak-anak yang kita serahkan ke panti asuhan di Banda Aceh karena orang tua mereka tidak menerima BLT bantuan langsung tunai," ujarnya. Menurutnya, Panti Asuhan Bambi sudah beroperasi sejak tahun 60-an. Tapi, sekarang ada aturan yang mengatur kabupaten tidak boleh lagi membiayai lembaga tersebut. "Informasinya, Pemkab Pidie tidak boleh lagi membuka nomor rekening untuk panti," jelas Ustaz Munzir. Terpisah, Anggota DPRA, Khairil Syahrial ST MAP, kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, sesuai dengan Pemendagri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Kodefikasi, nomenklatur penempatan dana tidak dibolehkan lagi pada panti asuhan. Sehingga, kabupaten/kota tidak boleh menempatkan APBK untuk operasional untuk panti tersebut. Dengan kata lain, kabupaten/kota tak lagi diberi kewenangan untuk mengelola panti karena pos penempatan nomor rekening sudah dicabut. "Untuk itu, saya minta Pemerintah Aceh mengambil alih pengelolaan Panti Asuhan Bambi. Sangat disayangkan, anak yatim butuh orang tua asuh," tegasnya. Menurutnya, Panti Asuhan Bambi harus beraktivitas kembali untuk menampung anak yatim maupun anak dari keluarga miskin. Sebab, tambah Khairil, ada yatim piatu dan anak yang kondisi orang tuanya susah serta tidak memiliki pendidikan. "Saya sedih ketika diberitahu bahwa Panti Asuhan Bambi sudah ditutup karena tak ada lagi dana. Saya sudah sampaikan ke Pemerintah Aceh untuk mengelola panti asuhan tersebut," tutupnya. Nomor Rekening Dihapus Kadis Sosial Pidie, Muslim, yang dihubungi Serambi, kemarin, mengungkapkan, sebenarnya Pemkab Pidie keberatan dengan penutupan Panti Asuhan Bambi. Sebab, selama ini Pemkab selalu menganggarkan dana untuk panti tersebut yang antara lain digunakan untuk biaya makan, membeli baju, jajan dan kebutuhan lainnya 75 anak yatim dan miskin. "Tahun 2020, Pemkab Pidie mengalokasikan dana 750 juta rupiah. Pak Bupati tak ingin panti itu ditutup. Tapi, karena sudah dihapus nomor rekening untuk panti, otomatis kita tak bisa lagi menempatkan dan untuk kebutuhan tersebut," ungkapnya. Dikatakan, pihaknya juga sudah mengajukan proposal ke Baitul Mal Aceh untuk menyediakan bantuan kepada anak yatim dan miskin di panti tersebut. Bantuan dari Baitul Mal Aceh akan disalurkan menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini. Ia menambahkan, gedung asrama Panti Asuhan Bambi merupakan aset Pemkab Pidie. Sementara tanah tempat dibangun asrama panti tersebut dibeli dengan dana hibah. naz
panti asuhan muslim di solo